• 3

    Mar

    Camilan untuk sarapan

    Hai, hai, apa sarapanmu pagi ini? Kalau di keluargaku, sudah bisa dipastikan sarapannya camilan. Sudah menjadi kebiasaanku sejak kecil, di keluargaku, makanan yang disajikan untuk sarapan bukanlah makanan berat. Nanti setelah ngemil, baru deh emak masak buat makan pagi (jam 10-11 pagi), makan siang (jam 2-3 sore) & makan malam. Rupanya, kebiasaan itu terbawa hingga di keluarga kecilku yang sekarang. Kue-kue atau camilan itu bisa berupa bakwan, tempe goreng, ubi, singkong, pisang, atau kentang. Seringnya sih goreng-gorengan. Hanya sesekali kalau lagi kepingin, ubi-ubian dan pisang bisa dikukus atau rebus. Dan seringnya, aku menyiapkan sendiri sarapan itu. Lebih tenang karena ngga harus kuatir sama yang namanya pengedap rasa yang biasa digunakan para pedagang di luaran sana. Atau soa
  • 2

    Feb

    Iklas dan Selalu Optimis

    Masa remaja katanya adalah masa transisi. Biasanya ketika usia SMP. Yaitu masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Masa paling labil dan penuh kebimbangan. Hati dan fikiran biasanya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan. Terutama mereka yang memiliki latar belakang begitu rumit. Seperti aku. Masa SMP dulu, aku sering tiba-tiba menangis. Saat di kantin sekolah, di dalam kelas, saat mengaji di surau, atau bahkan saat sedang bermain bersama teman. Tentu saja ini membuat teman-temanku bingung. Dan lama-lama, mereka menjauh. Maka wajar saja jika aku sulit berteman. Aku nggak asik! Iya, dulu aku sangat membenci hidupku. Aku merasa Tuhan nggak adil. Kenapa orang tuaku bercerai sejak aku bayi? Kenapa aku diasuh oleh kakekku yang mantan Tentara Keamanan Rakyat dari jaman PKI? Dengan gaya militeri
  • 22

    Jan

    Selamat Jalan, Damay

    “Kok ada muka guenya?” Damay bersungut ketika kutunjukan hasil foto yang baru saja kuambil dengan smartphoneku. Aku cuma bisa nyengir kuda menanggapi omelannya. “Kirain mau ambil foto bunganya aja. Hapus, ah!” Pintanya kemudian. “Ogah!” Sahutku. Aku lalu berlari menghindar dan naik ke Menara Tele untuk melihat panorama Danau Toba dari ketinggian. Damay mengejar dan masih berusaha meraih handphone dari tanganku. Ah, ya! Foto ini mengingatkanku pada kenangan itu. Lebih dari setahun lalu saat kami menghabiskan waktu 3 hari 2 malam untuk menjelajahi sebagian bumi Sumatra Utara. Dari Medan ke Prapat, lalu menyeberangi Danau Toba dan singgah di Pulau Samosir, hingga akhirnya kembali lagi ke Medan lewat Tongging, dan sempat mampir ke Air Terjun Sipiso-
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post